jump to navigation

Belajar Dari Cleaning Service dan Ofisboy 28 July 2006

Posted by alwi in : berbagi ilmu , trackback

Tadi saya jalan-jalan ke blog pak BR dan sempat baca tentang Programmer Lebih Suka Kerja di Rumahan dan beberapa komentar di sana-sini, akhirnya saya gatal juga mau tulis-tulis. Walau mungkin tidak relevan karena Pak BR menulis tentang bagaimana idealnya kantor untuk para programmer, sedangkan tulisan saya tentang bekerja di rumah.

Saya lebih sering kerja di rumah, karena saya memang pengangguran. Saya berpendapat bahwa tetap bekerja lebih baik daripada bekerja tetap. Walaupun kadang ‘tetap berpenghasilan’ bisa lebih pahit daripada ‘berpenghasilan tetap’ :O

Setelah berapa lama, saya akhirnya belajar dari Ofisboy dan Cleaning Service tentang bagaimana cara untuk tetap menjaga produktivitas. Dan saya melakukannya dengan cara low-tech, sama seperti para Ofisboy dan Cleaning Service tersebut. Well… lowtech rules [sometimes…]. Tapi saya menggunakan mica dan spidol non-permanen untuk menghemat kertas.

Saya membuat 2 tabel dengan aplikasi spread-sheet terkenal yang kemudian saya cetak beberapa lembar. Tabel pertama adalah tabel produktivitas, dan tabel kedua adalah tabel untuk laporan penggunaan jam kerja –semacam absensi untuk pegawai– yang disesuaikan dengan ‘model kerja’ para IT-guy dan Pengacara.

Tabel Produktivitas
Kalau anda sempat melihat tabel checklist para Petugas Cleaning Service dan Ofisboy, mereka memiliki sederet tugas rutin yang harus dikerjakan dan biasanya bila sudah dikerjakan maka tugas tersebut diberi tanda [x] atau serupa.

Nyontek dari lembaran checklist tersebut, saya membuat sebuah tabel dengan sederet tasks umum, misal ‘Reply Email’, ‘Baca Milis’, ‘3 Jam Gaul Virtual’, ‘Kerja 3 Jam’, termasuk beberapa tugas rumahan seperti ‘Laundry’, ‘Cuci Mobil’ dan ‘Bersih-bersih Studio’.

Beberapa tasks sengaja saya buat dalam beberapa slot. Misal saya membuat 4 slot ‘Reply Email’ dan 4 slot ‘Kerja 3 Jam’ karena task tersebut mungkin saya kerjakan beberapa kali dalam sehari. Sementara ‘Gaul Virtual’ cuma dapat jatah satu slot saja.

Tidak semua tasks yang tertulis di sana harus dikerjakan setiap hari. Tabel ini lebih bertujuan untuk pengingat, misal seminggu ini berapa kali sih saya nyuci baju, mobil dll. Atau sudahkah saya bekerja sesuai target, apakah minggu ini saya lebih sering chatting daripada kerja. dsb.

Tasks saya tulis dalam kolom pertama, sedangkan kolom selanjutnya adalah kolom hari ke-x. Setiap kali saya melakukan task tertentu, akan saya tandai dengan pada kolom hari yang bersangkutan. Dengan cara ini maka saya dapat melihat betapa malasnya saya secara visual dan nyata, karena ternayata lembaran tabel produktivitas saya lebih banyak blank daripada [x]-nya :D

Tabel Penggunaan Jam Kerja
Saya ‘ga tahu apa istilah bagusnya, jadi saya asal sebut saja sebagai tabel penggunaan jam kerja yang saya beri judul ‘Time Card’. Setiap project/klien memiliki Time Card tersendiri. Setiap hari saya mengisi time-card harian dan memindahkannya ke time-card masing-masing project secara berkala.

Tabel ini saya bagi menjadi beberapa kolom antara lain kolom ‘Detailed Task’, ‘Tanggal’, ‘Jam Mulai’, ‘Jam Selesai’, ‘Keterangan’ dan ‘Paraf’.

Kolom ‘Detailed Task’ saya isi dengan rincian tugas yang saya kerjakan. ‘Tanggal’, ‘Jam Mulai’ dan ‘Jam Selesai’ saya isi dengan waktu saya mengerjakan tugas tersebut. Terkadang saya bekerja tengah malam, habis sholat subuh atau kapan saja.

‘Keterangan’ saya isi dengan catatan yang berkaitan dengan tugas tersebut, misalnya apakah saya membutuhkan transportasi untuk tugas tersebut atau adakah kendala saat melaksanakannya.

Terakhir ‘Paraf’ hanya penting bila saya perlu melaporkan pekerjaan saya secara detil kepada klien. Di sini terkadang penting untuk klien agar mengetahui apa saja yang saya kerjakan di studio saya berkenaan dengan projectnya. Apakah saya cukup giat atau terlalu santai. Atau apakah tugas yang saya kerjakan dirasa sesuai dan berkenan bagi klien. Mungkin saja saya merasa bahwa saya melakukan ‘riset’ tentang project tertentu, tapi kliennya tidak setuju dengan yang saya kerjakan dan tidak mau menanda-tangani tugas tersebut. Pada akhirnya mempengaruhi nilai yang dapat saya bebankan pada klien atas pekerjaan saya.

Pendelegasian Tugas
Terkadang ada tugas atau project yang saya delegasikan kepada pihak/orang lain. Sedapatnya saya berusaha agar tugas tersebut dikerjakan di studio saya. Tapis saya menyadari kurangnya fasilitas di tempat saya, maka memungkinkan tim bekerja sendiri-sendiri di tempatnya masing-masing. Saya selalu berusaha memilih orang yang dapat bekerja secara mandiri, tanpa pengawasan dan tanpa disuruh.

Bila saya baru pertama kali bekerja dengan orang tersebut, saya akan memaksakan pelaporan produktivitasnya kepada saya. Tapi sebenarnya saya lebih sering bekerja dengan orang-orang yang sudah saya kenal lama dan sering berkolaborasi bersama, sehingga saya sudah yakin dengan kualitas pekerjaan dan dedikasinya terhadap pekerjaan.

Kembali ke Pribadi Masing-Masing
Pada akhirnya memang kembali ke pribadi masing-masing. Tabel tersebut bisa saja direkayasa isiannya. Tapi bagi saya pribadi, terbukti dapat memicu produktivitas dan menimbulkan rasa malu melihat betapa malasnya diri saya karena jelas terlihat banyaknya blank-spot pada lembaran produktivitas saya.

Feedback

Mohon beri saya feedback tentang artikel ini
Saya akan sangat berbahagia bila anda mau memberikan Feedback kepada saya. Anda akan sangat membantu saya memperbaiki diri. Jawaban anda tidak akan ditayangkan di website, hanya untuk keperluan pribadi saya.
1. Bagaimana anda menemukan artikel ini?
Saya mencari topik ini Diberitahu teman Saya kesasar
2. Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini?
Bagus Jelek Biasa saja
3. Apakah artikel ini bermanfaat?
Ya Tidak bermanfaat Artikel ini tidak relevan
atau saya tidak sependapat
4. Bila anda datang bukan untuk topik ini, apakah yang sebenarnya sedang anda ingin ketahui?
5. Menurut anda, apakah yang seharusnya saya tulis?
Apakan anda memiliki pesan atau komentar lain?
» Yang anda tulis di sini tidak akan ditayangkan, silakan gunakan form di bawah bila anda ingin komentar anda ditayangkan di website ini.
Nama Anda (penting)
Email Anda (penting)
Terima kasih atas feedback anda
 

Comments»

1. Tramadol. - 26 February 2007

Tramadol….

Tramadol….